Hospitality, sebenarnya tidak hanya mencakup hotel dan restoran, tetapi juga mencakup pada jenis institusi lain yang menawarkan kenyamanan, makanan, atau keduanya kepada orang-orang. Kita juga dapat memperluas definisi ini, seperti banyak orang, memasukkan institusi-institusi yang menyediakan jenis layanan lain kepada orang-orang yang jauh dari rumah. Ini mungkin termasuk klub pribadi, kasino, resor, atraksi, dan sebagainya. Berbagai jenis layanan ini juga memiliki manajemen yang khas. Mereka memiliki perhatian dalam memanaj bagaimana menyediakan makanan dan tempat tinggal yang meliputi pendirian bangunan; kelistrikan; membersihkan dan merawat bangunan; mengawasi karyawan; dan menyiapkan dan menyajikan makanan dengan cara yang menyenangkan para tamu.

Diluar dari fasilitas dan layanan yang terkait dengan industri perhotelan dan orang-orang yang mengelolanya, terdapat aspek yang perlu mendapat perhatian yaitu penyediaan sumber daya manusia profesi perhotelan. Profesi perhotelan adalah profesi tertua dari profesi manusia, yang memiliki tugas melayani tamu, klien, atau masyarakat agar mereka merasa dilayani dan nyaman. Orang-orang yang tertarik untuk berkarir di bidang ini harus memikirkan keramahtamahan sebagai sebuah industri. Saat ini, manajer dan supervisor, serta karyawan yang terampil, menemukan bahwa peluang untuk kemajuan sering kali berarti berpindah dari satu bagian industri perhotelan ke industri lainnya. Misalnya, lulusan perhotelan mungkin mulai sebagai trainee manajemen di perusahaan restoran, menyelesaikan pelatihan yang diperlukan, dan tak lama kemudian mengambil pekerjaan sebagai asisten manajer di sebuah hotel.

Telah menjadi rahasia umum bahwa para pimpinan hotel, misalnya general manager sebuah hotel, bisa memperoleh posisi seperti sekarang karena kebanyakan berpindah-pindah dari satu hotel ke hotel lainnya yang menawarkan posisi yang lebih tinggi. Seorang general manager hotel pun juga sering berpindah-pindah ke hotel lain yang skala yang lebih besar dan menawarkan salary serta fasilitas yang lebih baik. Melihat gejala seperti ini maka hotel sebaiknya dikelola oleh suatu hotel management yang profesional agar mobilisasi karyawan hotel dapat dieleminir pengaruhnya terhap manajemen dan kinerja hotel. Hotel management yang profesional tentunya memiliki perencanaan jangka pendek, menengah, dan jangka panjang sehingga dengan adanya business plan yang jelas dan terarah maka hotel dibawah pengelolaannya akan turut berkembang.

Categories: hotelperhotelan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *